
Hanya sekedar tisu untuk mukamu...
Kau rela tumbangkan seluruh pohon dinegeriku...
Betapa Kau tak sadari...
Kau sedang duduk di perahu yang kau rusak sendiri...
Tunggulah...
Tenggelamnya perahumu disamudra marah bumi pertiwi...
Betapa kau tak sadari...
Bumi pertiwi telah banyak memberi...
Dengan segenap sisa tenaga yang telah kau curi...
Tangisnya tiada henti...
Tenggelamkan sebagian negeri yang tak disenangi...
Hatinya panas tiada tara...
Menahan Marah yang membara...
Berendam ia disamudera...
Lelehkan kutub dibagian Utara...
Senyumnya tak lagi ceria...
Berselimut rindu akan cinta anak negeri... yang telah durhaka...


